Awas, Panas Picu ISPA Pada Anak
Submitted by jamhari on Fri, 12/02/2011 - 13:30Temperatur yang tinggi dan musim panas yang panjang pada negara tropis seperti Indonesia sepanjang tahun 2011 ini salah satunya disebabkan pergerakan suhu matahari. Sejumlah ahli menuturkan bahwa suhu matahari kini bergerak ke utara. Ke arah jarak yang paling dekat dengan bumi. Karena dekat, maka panaslah bumi.
Cuaca panas yang ekstrim bisa menimbulkan masalah bagi anak kecil, orang dewasa, dan pengidap diabetes. Biasanya, sengatan panas terjadi saat temperatur udara naik di atas 40,5o Celcius. Pada suhu ini, sengatan panas mulai berpeluang mematikan sistem internal dalam tubuh.
Masalah kesehatan yang disebabkan hawa panas jika tidak segera ditangani, bisa serius, karena dapat mengakibatkan kelelahan luar biasa. Seseorang yang kelelahan akibat hawa panas ini terlalu banyak mengeluarkan keringat, sehingga mengalami dehidrasi.
Begitu juga dengan anak-anak dan balita dapat terkena penyakit flu, batuk, pilek, demam, gangguan saluran pernapasan, masuk angin, gangguan pencernaan, alergi, dan yang paling berbahaya adalah diare dan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).
Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab kematian pada anak di negara sedang berkembang. ISPA ini menyebabkan 4 dari 15 juta kematian pada anak berusia di bawah 5 tahun. setiap anak balita diperkirakan 3 – 6 episode ISPA setiap tahunnya dan proporsi kematian yang disebabkan ISPA mencakup 20 – 30%. (WHO, 2003,1).
Word Health Organization (WHO) memperkirakan insiden infeksi saluran pernafasn akut (ISPA) di Negara berkembang dengan angka kematian balita di atas 40 per1000 kelahiran hidup adalah 15% – 20% pertahun pada golongan usia balita. Menurut WHO ± 13 juta anak balita di dunia meninggal setiap tahun dan sebagai besar kematian tersebut terdapat di negara berkembang dimana pneumonia merupakan salah satu penyebab utama kematian dengan ± 4 juta balita setiap tahun. (Depkes, 2000).

Di Indonesia, infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) saluran menempati urutan pertama menyebabkan kematian pada kelompok bayi dan balita. Selain itu ISPA juga sering berada pada daftar 10 penyakit terbanyak di rumah sakit. Survey mortalitas yang dilakukan oleh subdit ISPA tahun 2005 menempatkan ISPA / pneumonia sebagai penyebab kematian bayi terbesar di Indonesia dengan persentase 22,30% dari seluruh kematian balita (Anonim, 2008).
Tentu saja hal ini menjadi kekhawatiran orang tua, terlebih lagi seorang ibu yang tidak ingin penyakit mengganggu kesehatan si buah hati karena anak merupakan harta yang tak ternilai harganya.
Berikut ini beberapa tips untuk mencegah masalah tersebut :
Saat di dalam rumah
Saat berada di dalam rumah sebaiknya memberikan asupan makanan bergizi pada anak, mengganti pakaian anak dengan pakaian yang ringan, menyalakan AC atau kipas angin tapi tidak langsung dihadapkan pada anak.
Saat di luar rumah
Saat berada di luar, anak dapat langsung terkena panas matahari. Untuk itu disarankan menggunakan topi atau payung. Saat anak ingin bermain atau beraktifitas, ada baiknya tidak terlalu berlebihan dan tidak dilakukan pada siang hari tapi dilakukan pada pagi atau sore hari. Serta berikan asupan air putih yang banyak agar tidak terjadi dehidrasi.
Saat di dalam mobil
Dokter Spesialis Anak, Dr. Vonny Inkiriwang SpA mengatakan bahwa “Dari hasil penelitian, kendaraan yang diletakkan baik hanya di udara yang masih berawan ternyata suhu udara yang tadinya sekitar 30oC, setelah 30 menit dalam keadaan pintunya semua tertutup dapat menyebabkan kenaikan suhu sampai 50oC, bila ditambah 20 menit dapat mencapai 60oC.”
Umumnya masyarakat tidak mengetahui hal tersebut, padahal yang paling penting dari interior mobil itu adalah bahan apa yang digunakan dalam pembuatan, khususnya jok dari kendaraan tersebut. Selama ini pembuatan jok itu bisa dari kulit asli, tetapi yang paling banyak digunakan adalah kulit sintetis yang berasal dari PVC.
Dr. Vonny menerangkan “bahan sintetis ini, bila pada pemanasan 50oC bisa terjadi penguapan. Dimana dari penguapan ini mengandung plumbung ataupun phthalate. Disamping plumbung itu sendiri dapat menumpuk di permukaan pada bahan sintetis tadi. Plumbung ini cukup berbahaya bagi kesehatan, khususnya ibu hamil dan anak-anak yang kurang dari 10 tahun.”
Guna meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak di Indonesia, pada pertengahan tahun 2011 sebuah perusahaan di Tangerang, PT. Asiaplast Industries Tbk telah berhasil menciptakan sebuah kulit sintetis untuk jok mobil yang bebas dari zat kimia beracun serta ramah lingkungan. Bukan hanya itu, Anda akan mendapatkan tips-tips menarik secara gratis. Untuk mendapatkan FREE “TIPS MEMILIH KULIT SINTETIS YANG AMAN BAGI KESEHATAN” bisa kunjungi ke www.akasa.us/free/tips1.


